Jumat, 07 Februari 2014

TOXOPLASMOSIS DAN PENCEGAHANNYA

          Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa ber-sel tunggal yang dikenal dengan nama Toxoplasmosis Gondii. Meskipun selama ini toxoplasmosis lebih dikenal pada kucing, namun sebenarnya penyakit ini dapat ditemukan pada hampir semua hewan berdarah panas, seperti burung dan berbagai mamalia macam mamalia termasuk manusia. Hal ini mungkin dikarenakan penyebar utama penyakit ini adalah kucing dan juga golongan felidae yang lain. Selain itu pada tubuh kucing, Toxoplasmosis Gondii dapat mengalami stadium seksual untuk menghasilkan oosit. Oosit ini akan dikeluarkan melalui tinja kucing, dan menyebar ke berbagai tempat. Sedangkan pada hewan-hewan lain, parasit tersebut hanya mengalami stadium aseksual saja. Karena itu lah sekalipun toxoplasmosis dapat ditemukan pada berbagai hewan jenis mamalia dan burung, namun yang bertindak sebagai hospes definitif (induk semang sejati) adalah kucing. Dalam hal ini siklus hidup seksual parasit toxoplasmosis berlangsung di dalam usus kucing dan berakhir dengan ditandai terbentuknya ookista (bulatan kista besar berisi dua kista kecil yang jika pecah akan mengeluarkan parasot aktif). Ookista ini kemudian tersebar melalui tinja kucing.
          Seekor kucing bisa mengeluarkan 10 juta ookista sehari selama 2 minggu dalam tinja/fecesnya. Hanya selama itu pula dia menularkan penyakit ini pada manusia maupun hewan lainnya, karena dia tidak menjadi carrier (pembawa).

Penularan
          Manusia dapat terinfeksi secara perolehan apabila memakan makanan yang terkontaminasi material infektif yang berasal dari kotoran kucing yang terserang penyakit ini. Selain itu juga toxoplasmosis dapat ditularkan melalui daging hewan yang terserang. Pada hewan selain kucing, toxoplasmosis dapat ditularkan dari induk kepada anaknya. Toxoplasmosis tidak ditularkan dari feces selain pada kucing. Toxoplasmosis tahan dalam kotoran kucing di dalam lingkungan selama berbulan-bulan, tahan terhadap disinfektan, pembekuan maupun pengeringan. Namun dapat mati dalam pemanasan suhu di atas 70 derajat celcius.

          Yang perlu diketahui adalah bahwa kebiasaan hidup yang kurang bersih akan semakin memudahkan penularan penyakit ini. Material infektif dari kotoran kucing akan mudah tersebar apabila tertiup angin. Makanan dan air minum dapat tercemar material infektif ini apabila tidak ditutup dengan rapat. Kebiasaan tidak membersihkan tangan setelah berkebun, merupakan salah satu jalan penyebaran penyakit ini. Mungkin saja tanah kebun sudah tercemar oleh kotoran kucing yang mengandung material infektif ini.

Toxoplasmosis Pada Ibu Hamil
hydrochephalus (pembesaran kepala), kebutaan maupun cacat mental/fisik. Ibu yang terkena toxoplasmosis sebelum hamil umumnya tidak  berakibat buruk jika dia mengandung nanti. Pada saat dia sembuh, tubuhnya akan membentuk antibodi terhadap penyakit ini pada saat mengandung nanti. Namun apabila ibu terserang penyakit ini pada awal kehamilan, di mana antibodi penyakit ini belum terbentuk, meskipun penyakit ini tidak menunjukkan gejala klinis apapun, toxoplasmosis akan ditularkan kepada anaknya. Abostus dapat terjadi, dan walaupun anak dapat lahir dengan selamat, namun biasanya mengalami
     Kondisi yang dapat terjadi pada anak yang tertular toxoplasmosis dari ibunya antara lain lahir prematur, retinokoroditis (radang pada lapisan koroid dan retina mata), klasifikasi intra kranial (pengapuran jaringan otak), macrochephalus maupun hydrochephalus, limfadenopati, pembesaran limpogladula, anemia, pembesaran limfa maupun hati dan laundice (sakit kuning). Dapat juga terjadi kelainan dengan ditemukannya jaringan parut pada retina mata. Hal ini menunjukkan adanya infeksi aktif tanpa banyak kerusakan sewaktu dalam kandungan, namun dapat kambuh pada masa kanak-kanak, remaja, maupun dewasa.

Pencegahan Umum
  1. Gunakan sarung tangan ketika berkebun atau membersihkan kandang maupun memandikan kucing.
  2. Bersihkan tangan dengan sabun dan air sampai bersih sempurna.
  3. Cuci pisau maupun peralatan lainnya yang telah bersentuhan dengan daging mentah.
  4. Masak daging hingga benar-benar masak.
  5. Apabila memungkinkan, bekukan daging pada suhu -20 derajat celcius selama 2 hari sebelum dimasak.
  6. Lengkapi kandang kucing dengan kasa anti serangga, untuk mencegah masuknya lalat yang akan mengerubuni kotoran kucing. bila perlu gunakan obat anti serangga di kandang kucing.
  7. Berikan pakan kucing komersial (jangan daging mentah)
  8. Ganti dan bersihkan alas kandang setiap hari dengan air dan antiseptik.
  9. Bersihkan kandang kucing teratur setiap hari.
  10. Vaksin kucing secara teratur untuk menjaga kondisi tubuh kucing sehat. 
dikutip dari "Hidup Sehat Bersama Kucing Peliharaan" oleh Nurheti Yuliarti 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ads Inside Post